Minggu, 16 Desember 2012

ETERNAL L*VE

Tiap kita pasti pernah jatuh cinta. Tak peduli sekeras apa musik yang kalaian dengar atau sebenci apapun kalian dengan wanita. Tiap kita pasti punya kenangan yang tak terlupakan. Dengan pacar, mantan pacar, orang tua atau siapapun itu pasti kita semua memiliki. Entah apa yang ada dibenak saya, tapi setelah menyaksikas film "Eternal Sunshine at the spotless mind" tadi saya jadi mengingat-ingat masa lalu. Masa lalu yang begitu indah, kelam, penuh warna, pahit, manis semuanya tercampur jadi satu dan berpusat pada satu orang yang betul-betul kita sayangi. Saya membayangkan, seandainya memang benar ada klinik "lacuna" sperti di film tersebut, akan berapa banyak manusia-manusia patah hati yang akan mendaftarkan diri mereka sebagai pasien. Ya saya juga akan ikut mendaftarkan, saya akan hapus memori saya tentang orang-orang yang pernah saya cintai dan saya akan mulai dengan awal yang baru dengan wanita yang sekarang saya miliki.

"Eternal sunshine of the spotless mind" betul-betul membuat saya tersenyum, tersenyum sekaligus mengingat masa-masa "mencintai" seseorang. Masa-masa dimana kamu, akan melakukan hal-hal konyol demi orang yang kamu cintai, masa-masa dimana kamu akan melakukan hal-hal bodoh demi orang yang tak akan pernah kamu miliki. Film Scince-fiction romantic ini membawa saya ke memori itu. ESOTSP menceritakan tentang seorang pemuda bernama Joel Barish dan seorang wanita bernama Clementine yang merupakan pasangan unik karena memiliki perbedaan karakter diantara keduanya. Seiring berjalannya waktu hubungan yang mereka jalani pun memudar dan membosankan. Clementine yang merupakan seseorang dengan kepribadian impulsif, tanpa berpikir panjang lansung mendaftarkan diri di klinik "lacuna" untuk menghilangkan semua ingatannya tentang joel barish. Sekedar informasi, klinik lacuna merupakan sebuah tempat yang dikhususkan bagi orang-orang yang ingin menghapuskan ingatannya tentang seseorang, baik itu pacar, teman akrab atau siapapun. Cara kerjanya, sang pasien disuruh mengumpulkan semua barang yang berhubungan dengan orang yang akan dihapus, apakah itu berupa hadiah, foto atau yang lainnya. Kemudian dengan sebuah alat kedokteran yang canggih, ingatan tersebut akan dipetakan dalam otak seseorang melalui benda-benda kenangan tersebut dan perlahan dihapus melalui mimpi. Dan akhirnya clementine pun berhasil melupakan joel barish. Tak terima dengan kenyataan tersebut, joel barish juga melakukan hal serupa, joel berniat untuk juga menghapuskan clementine dari memorinya. Joel pun mendatangi klinik lacuna dan mengumpulkan semua kenangannya tentang clementine. Proses penghapusan clementine dalam memori joel pun dimulai. Akan tetapi muncul suatu masalah, Joel Barish ternyata tidak benar-benar rela clementine hilang dari ingatannya. Niat awal Joel yang semula ingin menghilangkan clementine pun berubah. Joel malah melawan di alam mimpinya agar clementine tak sepenuhnya hilang dari ingatan. Walau sekauat apapun joel melawan, di akhir film joel tetap tidak dapat merubah hal tersebut. Clementine pun hilang dari ingatan joel seketika ia terbangun dari mimpi. Setalah terbangun, joel pun lupa semua tentang clementin, lupa wajahnya, namanya, bahkan ia lupa bahwa orang tersebut merupakan bagian indah dan pedih dalam hidupnya. Bahkan disaat berpapasan pun, joel tidak akan tahu bahwa itu adalah clementine yang dulu pernah sangat ia cintai.

Tidak semua isi cerita film ini dapat saya kemukakan dengan baik dan jelas, karena film Eternal Sunshine Of the Spotless mind ini sendiri bukan merupakan film yang mudah diikuti. Alur yang melompat-lompat, plot yang rumit serta gambar-gambar surealis menyebabkan tak semua orang dapat mendapatkan keindahan yang sama dengan saya saat menonton film ini, terlebih lagi saya bukan orang yang baik menulis review sebuat film.

Akan tetapi bagian film yang saya ceritakan diatas berupakan bagian yang paling saya suka. Bagian tersebut begitu jujur mengungkapkan kenyataan, serta begitu polos membuka kembali kotak memori saya. Film ini benar-benar mengingatkan saya akan perasaan "mencintai". Ya terkadang dalam mencintai seseorang, kita kadang kala ingin sekali agar perasaan yang kita miliki ini hilang karena rasa mencintai tersebut justru sangat menyiksa diri sendiri. Dan bagaikan sebuah paradox didalam hati, mesikpun kita ingin menghilangkan perasaan tersebut, disaat yang bersamaan juga kita seperti tidak ingin orang tersebut pergi. Karakter joel benar-benar merepresentasikan hal tersebut dengan baik. "Dilema" hati dalam mencintai memang terkadang menyerang setiap orang. "Mencintai" dapat membuatmu merasa bahagia dan tersiksa disaat yang bersamaan. Joel merasakan hal tersebut, ia benar-benar sakit mengetahui bahwa clementine telah "menghapusnya" dari ingatan. Joel melakukan hal yang sama, tapi sayang ia lupa, ingatan memang bisa dihilangkan dari kepala seseorang, tapi tidak dari hati.

Seperti tagline di film tersebut "You can erase someone from your mind, but getting them out of your heart is another story"

Sabtu, 09 Juni 2012

-MW-

TERLALU ASIK MENYELAMI FIKIRAN SENDIRI TERKADANG MEMBUAT KITA LUPA BAHWA KITA HARUS NAIK KEATAS SEJENAK UNTUK MENARIK NAFAS

Do I Lie Myself to be Happy ?





"Terkadang hidup dalam kepalusan itu memang nyaman, walaupun kita menampilkan kebohongan untuk menutupi kejujuran".


Kata-kata diatas pernah saya ungkapkan kepada salah satu teman saya yang sampai saat ini ia tetap hidup di balik topengnya karena tak kunjung mendapat kepastian dari sang wanita yang diincarnya. Dalam hidup ini, orang-orang kadang meraih kebahagiaan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang cenderung obsesif, ada yang berfikir kebahagiaan seperti lotre yang apabila kita beruntung maka kita akan menikmatinya tapi ada juga yang bersembunyi di balik kebohongan untuk mendapat kebahagiaan. Bingung bagaimana maksud poin ketiga tadi? Akan saya jelaskan dengan cerita berikut.

Pernah menonton film memento atau old boy ? ya! film ini menggambarkan bagaimana kadang kebohongan atau kepalsuan sengaja di ciptakan oleh seseorang yang menganggap ia lebih baik dan nyaman hidup dalam kebohongan atau kepalsuan tersebut karena memang dengan hidup didalamnya ia memperoleh kebahagaian dalam persepsinya sendiri. Memento adalah film besutan sutradara ternama yang menghasilkan karya-karya epic seperti The Dark Knight, Inception dan The Prestige.

Memento menceritakan tentang seorang pria bernama Lenny yang dengan penyakit ingatan jangka pendeknya berniat mencari orang yang membunuh sang istri tercinta. Oh saya lupa, Ingatan jangka pendek atau short-term memory adalah penyakit yang di idap oleh lenny, dimana lenny hanya dapat mengingat kejadian yang baru saja ia alami selama kurang lebih 10-15 menit, selepas itu ia akan lupa segalanya. Penyakit yang aneh! Seandainya anda sekarang sedang berkenalan dengan lenny dan kemudian 15 menit kemudian anda bertemu lagi dengannya, maka ia akan segera lupa dengn nama anda, bahkan wajah anda! Seperti itulah gambaran dari penyakitnya. Jadi, untuk mencari pembunuh sang istri lenny selalu mendokumentasikan tiap peristiwa atau otang-orang yang ia kenal dengan cara mem-foto atau mentato badannya sendiri. Tato tersebut sengaja ia buat untuk menjadi clue-clue agar menemukan sang istri. Dalam pencarian pembunuh istrinya, si lenny di temani seorang polisi yang sudah tau akan penyakit lenny tersebut. So (saya gak akan berpanjang2 dengan cerita ini), sang polisi dengan setia menemani lenny mencari dan mendengarkan semua cerita lenny. Lenny bercerita kepada sang polisi kalau dulu, ada seseorang bernama Sammy Jankis yang juga mengidap penyakit yang sama dengan dirinya.

Si lenny sendiri mentato tangannya dengan tulisan "Remember Sammy Jankis". Saya telah katakan kalau saya tak akan berlama2 dengan cerita di film ini, karena saya tak pandai menceritakan film. Jadi setelah kurang lebih 2 jam saya menonton plus makan di warteg bentar, sampailah saya pada ending cerita. And you know what? Siapa yang membunuh istrinya tadi? Ternyata si lenny sendirilah yang membunuh istrinya! Kemudian karena sulit menerima kenyataan kalau ia telah membunuh istrinya sendiri maka ia membuat tato di tangannya dengan tulisan "Remember sammy jankis". Sammy jankis sendiri ternyata adalah tokoh fiktif(karangan) yang di karang oleh lenny. Tujuan nya apa tokoh fiktif tersebut ? Disinilah letak inti kata-kata di atas tadi. Lenny memiliki penyakit ingatan pendek, kemudian karena sulit menerima kenyataan kalau ia telah membunuh istrinya, Ia MEMANFAATKAN penyakitnya sendiri agar ia LUPA kalau ia telah membunuh istrinya dan mengatakan bahwa istrinya dibunuh perampok. Kemudian ia 'menciptakan' cerita karangan dengan tokoh bernama sammy jankis agar semakin meyakinkan dirinya sendiri bahwa ada orang yang memiki penyakit sama dengan dirinya sehingga ia tato tangannya dengan tulisan 'remember sammy jankis' guna mengelabuhi diri sendiri. Kemudian di akhir film lenny tetap mencari pembunuhnya, ia lupa kalau ia sendirilah yang membunuh dan ia memang ingin lupa. Ia memanfaatkan penyakit ingatan nya dan hidup dengan pencarian yang tiada akhir...

Old boy adalah film korea besutan sutradara park chon wook. Terpilih sebagai film terbaik menurut para juri di cannes film festival, sekaligus menjadi film terbaik sepanjan masa di korea dan juga film terbaik sepanjang masa saya sendiri. Film ini bercerita tentang tokoh bernama Oh dae su yang berniat membalas dendam karena ia telah di penjara selama 15 tahun tanpa ia ketahui sebabnya sama sekali. Setelah keluar dari penjara segera Oh dae su menemukan orang yang telah memenjarakan dirinya. Orang tersebut bernama Woo jin, Woo jin dengan kecerdasannya bisa membuat oh dae su menunda niatnya untuk membunuhnya yang telah memenjarakan oh dae su, dengan mengatakan "Ente cari tau dlu gan kenape ente di penjara, kalo enta udah tau, lo ga usah repot-repot bunuh gua, ntar gue juga bunuh diri gue sendiri, tapi ade syaratnye bos! lo cuma gua kasih waktu 5 hari aje ye, kalo lewat lime hari, cwek ente yang ane bunuh, tapi kalo ente berhasi .. Ane bunuh diri dah!" Dan dengan segera disetujui oleh oh dae su.

Selama pencariannya oh dae su ditemani oleh wanita cantik bernama Mido, gadis yang ia temui setelah ia keluar penjara ini membuat oh dae su jatuh hati dan tau sendiri kalo di film-film cwe-cwo kalo ktemu, fallin' in love, kimpoi dah! Hehehe. Hari berganti akhirnya oh dae su tau kenpa ia dipenjara, penyebabnya adalah karena dia menyebarkan gosip kalau woo jin telah menghamili Kakaknya sendiri! Gila kan!. Kakak woo jin pun depresi hinggau bunuh diri, Si woo jin dendam lalu mengurung oh dae su selama 15 tahun. Akhirnya di ending film, Oh dae su menemui woo jin, dan menuntut janji woo jin untuk bunuh diri. Disini bagian yang saya suka, Woo jin membenarkan apa yang dikatakan oh dae su kalo dia ternyata mengurung oh dae su selama 15 tahun gara-gara si kakak mati bunuh diri karena depresi kemakan gosip yang menyebar luas. Namun, woo jin kembali unjuk kecerdasan, ia kemudian mengatakan kepada oh dae su "Seharusnye ente tuh nanya bukan kenape ente di penjara, tapi kenape ente di lepaskan setelah 15 tahun".

Sampailah kita ke bagian yang paling paling saya suka. Woo jin menyuruh oh daesu membuka kotak berwarna ungu, di bukalah oleh oh dae su, di sana ada foto dia sama sang mantan istri dan anaknya. Dan alangkah terkejutnya dia, karena ternyata pacarnya selama ini adalah Anaknya sendiri! Oh my fuckin' god!! Dan berarti cwe yang ia setubuhi selama ini adalah anaknya sendiri!! Pasti anda bertanya-tanya, kenapa sampai oh dae su kagak tau ? Jadi, selepas dari penjara oh dae su dihipnotis agar ingatannya hilang, begitu juga mido (anaknya), so mereka berdua di pertemukan dan di buat saling suka, saling suka juga bagian dari hipnotis woo jin. Dan tertawalah woo jin, ia tertawa karena berhasil membalas dendam ke oh dae su yang menuduhnya menghamili kakaknya sendiri. woo jin membalas dengan cara yang telak dan tidak manusiawi. Woo jin pun menepati janji nya untuk bunuh diri, tapi sebelumnya oh dae su bersujud meminta kepada woo jin agar ia tidak memberi tahu kepada mido kalau yang bersetubuh dengannya selama ini adalah ayahnya sendiri. Woo jin pun bunuh diri, dan di ending film Oh dae su meminta kepada seorang wanita untuk menghipnotisnya, untuk apa ? untuk menghilangkan ingatannya kalau mido adalah anaknya, dan tetap menjalani hidup sebagai kekasih dari anaknya sendiri... Betul-betul sakit bukan !!!

Tapi itulah intinya, Tokoh Oh dae su dan lenny adalah gambaran bagaimana seseorang memilih hidup dalam kebohongan dan bahkan sengaja ingin tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya dengan menghipnotis diri sendiri atau memanfaatkan penyakit sendiri agar tetap hidup dalam kebahagiaan yang terlarang .......

Sekali lagi saya katakan.. "Terkadang hidup dalam kepalsuan itu memang nyaman"


Dipersembahkan untuk teman saya berinisial 'O'