Tiap kita pasti pernah jatuh cinta. Tak peduli sekeras apa
musik yang kalaian dengar atau sebenci apapun kalian dengan wanita. Tiap kita
pasti punya kenangan yang tak terlupakan. Dengan pacar, mantan pacar, orang tua
atau siapapun itu pasti kita semua memiliki. Entah apa yang ada dibenak saya,
tapi setelah menyaksikas film "Eternal Sunshine at the spotless mind"
tadi saya jadi mengingat-ingat masa lalu. Masa lalu yang begitu indah, kelam,
penuh warna, pahit, manis semuanya tercampur jadi satu dan berpusat pada satu
orang yang betul-betul kita sayangi. Saya membayangkan, seandainya memang benar
ada klinik "lacuna" sperti di film tersebut, akan berapa banyak
manusia-manusia patah hati yang akan mendaftarkan diri mereka sebagai pasien.
Ya saya juga akan ikut mendaftarkan, saya akan hapus memori saya tentang
orang-orang yang pernah saya cintai dan saya akan mulai dengan awal yang baru
dengan wanita yang sekarang saya miliki.
"Eternal sunshine of the spotless mind"
betul-betul membuat saya tersenyum, tersenyum sekaligus mengingat masa-masa
"mencintai" seseorang. Masa-masa dimana kamu, akan melakukan hal-hal
konyol demi orang yang kamu cintai, masa-masa dimana kamu akan melakukan
hal-hal bodoh demi orang yang tak akan pernah kamu miliki. Film Scince-fiction
romantic ini membawa saya ke memori itu. ESOTSP menceritakan tentang seorang
pemuda bernama Joel Barish dan seorang wanita bernama Clementine yang merupakan
pasangan unik karena memiliki perbedaan karakter diantara keduanya. Seiring
berjalannya waktu hubungan yang mereka jalani pun memudar dan membosankan.
Clementine yang merupakan seseorang dengan kepribadian impulsif, tanpa berpikir
panjang lansung mendaftarkan diri di klinik "lacuna" untuk
menghilangkan semua ingatannya tentang joel barish. Sekedar informasi, klinik
lacuna merupakan sebuah tempat yang dikhususkan bagi orang-orang yang ingin
menghapuskan ingatannya tentang seseorang, baik itu pacar, teman akrab atau
siapapun. Cara kerjanya, sang pasien disuruh mengumpulkan semua barang yang
berhubungan dengan orang yang akan dihapus, apakah itu berupa hadiah, foto atau
yang lainnya. Kemudian dengan sebuah alat kedokteran yang canggih, ingatan
tersebut akan dipetakan dalam otak seseorang melalui benda-benda kenangan
tersebut dan perlahan dihapus melalui mimpi. Dan akhirnya clementine pun
berhasil melupakan joel barish. Tak terima dengan kenyataan tersebut, joel
barish juga melakukan hal serupa, joel berniat untuk juga menghapuskan
clementine dari memorinya. Joel pun mendatangi klinik lacuna dan mengumpulkan semua kenangannya tentang
clementine. Proses penghapusan clementine dalam memori joel pun dimulai. Akan
tetapi muncul suatu masalah, Joel Barish ternyata tidak benar-benar rela
clementine hilang dari ingatannya. Niat awal Joel yang semula ingin
menghilangkan clementine pun berubah. Joel malah melawan di alam mimpinya agar
clementine tak sepenuhnya hilang dari ingatan. Walau sekauat apapun joel
melawan, di akhir film joel tetap tidak dapat merubah hal tersebut. Clementine
pun hilang dari ingatan joel seketika ia terbangun dari mimpi. Setalah terbangun, joel pun lupa semua tentang clementin, lupa wajahnya, namanya, bahkan ia lupa bahwa orang tersebut merupakan bagian indah dan pedih dalam hidupnya. Bahkan disaat berpapasan pun, joel tidak akan tahu bahwa itu adalah clementine yang dulu pernah sangat ia cintai.
Tidak semua isi cerita film ini dapat saya kemukakan dengan baik dan jelas, karena film Eternal Sunshine Of the Spotless mind ini sendiri bukan merupakan film yang mudah diikuti. Alur yang melompat-lompat, plot yang rumit serta gambar-gambar surealis menyebabkan tak semua orang dapat mendapatkan keindahan yang sama dengan saya saat menonton film ini, terlebih lagi saya bukan orang yang baik menulis review sebuat film.
Tidak semua isi cerita film ini dapat saya kemukakan dengan baik dan jelas, karena film Eternal Sunshine Of the Spotless mind ini sendiri bukan merupakan film yang mudah diikuti. Alur yang melompat-lompat, plot yang rumit serta gambar-gambar surealis menyebabkan tak semua orang dapat mendapatkan keindahan yang sama dengan saya saat menonton film ini, terlebih lagi saya bukan orang yang baik menulis review sebuat film.
Akan tetapi bagian film yang saya ceritakan diatas berupakan bagian yang paling saya suka. Bagian tersebut begitu jujur mengungkapkan kenyataan, serta begitu polos membuka kembali kotak memori saya. Film ini benar-benar mengingatkan saya akan
perasaan "mencintai". Ya terkadang dalam mencintai seseorang, kita
kadang kala ingin sekali agar perasaan yang kita miliki ini hilang karena rasa
mencintai tersebut justru sangat menyiksa diri sendiri. Dan bagaikan sebuah
paradox didalam hati, mesikpun kita ingin menghilangkan perasaan tersebut,
disaat yang bersamaan juga kita seperti tidak ingin orang tersebut pergi. Karakter joel benar-benar merepresentasikan hal tersebut dengan baik. "Dilema" hati dalam mencintai memang terkadang menyerang setiap orang. "Mencintai" dapat membuatmu merasa bahagia dan tersiksa disaat yang bersamaan. Joel merasakan hal tersebut, ia benar-benar sakit mengetahui bahwa clementine telah "menghapusnya" dari ingatan. Joel melakukan hal yang sama, tapi sayang ia lupa, ingatan memang bisa dihilangkan dari kepala seseorang, tapi tidak dari hati.
Seperti tagline di film tersebut "You can erase someone
from your mind, but getting them out of your heart is another story"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar