Kamis, 17 Maret 2022

JALAN FIKIRAN & RASA

 Aku meragukan kemampuan kita sebagai manusia untuk mendeskripsikan sebuah jalan fikiran dan rasa. Bagaimana bisa, sebuah kerangka abstrak dalam otak bisa dijelaskan melalui kosakata manusia yang terbatas? Bagaimana bisa, keterbatasan kosa kata tersebut dapat merangkum dan menjengkal setiap sudut kerangka fikir yang rumit dan abstrak itu?

Miskonsepsi dan kesalahpahaman terjadi, karena kita sebagai manusia kesulitan untuk menerangkan sebuah jalan fikiran dan rasa kedalam sebuah rangkaian kalimat secara presisi. Belum lagi persoalan tentang Individu lain dalam memahami jalan fikiran orang lain dengan keterbatasan kosakata juga menjadi kendala dari sisi persepsi. 

Bahasa dan Persepsi... Menjadi masalah utama kita dalam menjelaskan fikiran dan rasa. Jelaskan apa itu Manis kedalam bahasa secara presisi? Apakah manismu sama dengan manisku? Apakah kadar dari sebuah rasa manismu sama dengan kadar rasa manisku? Jelaskan kadar tersebut secara tepat, bisakah? Bisakah kosakata atau bahasa merangkum dan menjelaskannya? Atau bisakah persepsi kita tentang Manis menjadi sama?

Atau, kita tidak perlu bicara soal rasa. Sekarang jelaskan apa itu Merah? Jelaskan melalui bahasa dan kosakata, apa itu merah? Deskripsikan dengan kata. apakah merahmu sama dengan merahku? Seberapa merah. merahmu disebut merah? Dan seberapa merah, merahku bisa disebut merah? Bisakah bahasamu mendeskripsikan sebuah warna tanpa menunjuk warna tersebut? Bisakah kamu, menjelaskan warna kedalam bahasa? Kita hanya bisa melihat bahwa mawar itu merah? Tapi bukankah kita tidak tahu apa itu merah? Bagaimana cara mendeskripsikan merah tersebut?

Sekarang tentang sebuah Fikiran... Bagaimana bisa kamu menjelaskan tentang emosi, cara berfikir, dan segala kekalutan yang berkecamuk dikepala kepada orang lain? Dari mana kamu harus memulai? Apakah kata-kata yang keluar dari mulutmu akan tepat mendeskripsikan fikiranmu? Emosimu? Proses berfikirmu? Dan apakah orang lain akan memahami dengan caramu memahami jalan fikiranmu sendiri ? Apakah kata-katamu akan dapat membuat orang lain merangkum semua hal yang kau maksudkan dikepala? 

Bukankah sebegitu sulitnya mendeskripsikan sebuah amarah, sampai sampai kita hanya bisa bersumpah serapah dan mengeluarkan kata-kata kotor. Kekalutan emosi dan amarah hanya bisa kita lontarkan melalui kata "anjing" misalnya. Karena, bahasa yang kita miliki terlalu sederhana untuk mendeskripsikan amarah dalam sebuah fikiran. 

Dan pada akhirnya... Kita hanya bisa berpegang pada pepatah lama bahwa "diam itu emas"

Kamis, 10 Maret 2022

 

Tahukah anda bahwa ada sekitar 100 milyar bintang di galaksi Bima Sakti. Tiap bintang memiliki orbit planet masing masing. Dan kurang lebih ada 100 milyar Planet di Galaksi Bima Sakti kita ini. Dan tahukah anda ada berapa jumlah Galaksi di Alam Semesta, kurang lebih 200 Triliun Galaksi. So…. Fakta semacam ini mengerucutkan kita pada satu hal, Eksistensi Manusia. What’s the point of life? Sebenarnya apa tujuan hidup ? Mengapa kita berada disini ? Apa yang kita lakukan disini ?

Beberapa Tahun lalu saya mengalami krisis eksitensi. Pertanyaan-pertanyaan mengenai eksistensi manusia selalu menggerogoti isi kepala. Berbagai macam literature mulai dari literature keagamaan sampai dengan filsafat barat saya pelajar. Hanya untuk mencari satu hal. Apa itu Tujuan Hidup?

And you know what? The Point of life is NOTHING.

Tujuan hidup ya hidup !

That’s it !

Sounds like a joke isn’t it?

Yuppp.. Life is a joke !

It’s just a game… You are just playing a game… Don’t take life too seriously

You are the creator, the actor and you are the Universe

Seperti kata alan watts… “You are the universe experiencing himself”

Sabtu, 05 Maret 2022

"Breaking Bad" (Spoiler Alert) dan Candu

 Kadang kala dalam hidup ini kita mengambil sebuah keputusan besar. Terlepas dari benar salahnya keputusan tersebut, apa yang terjadi kemudian dapat mengubah hidup seseorang.

Kejenuhan, kekosongan, dan pencarian makna dari eksistensi manusia merupakan beberapa dari sekian banyak faktor yang membuat seseorang melakukan perubahan besar dalam hidup baik itu positif maupun negatif. Tapi, akan lebih baik, bukan sisi positif atau negatif dari suatu perbuatan yang sebaiknya diamati, melainkan bagaimana latar belakang dan proses dari seseorang dalam menjalani keputusan yang ia buat kemudian dapat membentuknya menjadi kepribadian yang berbeda. 

Breaking Bad atau yang bila kita artikan secara kasar dalam bahasa indonesia yakni "menjadi buruk" merupakan sebuah serial televisi yang menceritakan tentang bagaimana seorang guru Kimia dengan kehidupannya yang berada dalam "zona nyaman" bahkan terkesan penuh kejenuhan, menjadi seorang pembuat narkoba (methamphetamine) yang ditakuti dan disegani. Yang awalnya adalah seorang Mr.Chips, disukai banyak orang, terkesan polos kemudian berubah menjadi sosok bandar yang sangar, pembunuh dan tanpa belas kasih. 

Walter White, sosok utama dalam serial tersebut, bertranformasi layaknya cairan kimia yang berkontraksi dari sosok "protagonis" menjadi "antagonis. Dari sosok yang mengundang simpati menjadi sosok yang antipati. Dari dicintai menjadi dibenci. Walter White, bukan hanya membuat kehidupannya sendiri menjadi "penuh kejutan", tapi juga kehidupan orang-orang disekitarnya. 

Walter sadar, apa yang sedang ia jalani bukanlah hal yang secara moral dapat dibenarkan. Tapi, ia menikmati setiap proses yang ia lewati dengan letupan-letupan peristiwa tak terduga yang ia hadapi. Sisi kontras dari kehidupan zona nyaman yang ia jalani selama ini, berubah menjadi hidup yang penuh dengan belokan-belokan tak terduga.

Persis seperti apa yang Walter alami, aku juga sedang menjalani fase yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Membuat keputusan yang secara moral salah, kemudian menjalaninya. Berperan sebagai sosok antagonis yang dibenci. Membuat orang-orang sekitar berkata "tak menyangka" kalau aku bisa seperti ini. Aku tidak akan membela diri dengan ribuan alasan untuk membenarkan perbuatanku. Apa yang kulakukan mutlak sebuah kesalahan. Aku dan Walter sama-sama terlibat candu, dalam bentuk yang berbeda. Candu yang kami ketuahui hanya akan merusak diri sendiri namun sulit untuk bisa melepas ke-adiktifannya. 

Candu... yang pada akhirnya membuatmu mencintai hidup


"I did it for me, I like it, I was good at it... And I was really, I was ALIVE" (Walter White)

Kamis, 03 Maret 2022

 6 Tahun kemudian...


Blog ini kubuka lagi, ada banyak cerita yang ingin diungkapkan. Tentang perjalanan hidup yang kadang tak bisa kita sangka-sangka. Walaupun aku sendiri bingung harus mulai bercerita darimana. Tapi, dari 6 Tahun sejak terakhir kali menulis, satu tahun terakhir (2021/2022) adalah tahun yang paling merubah hidupku. Semua berubah total. Ada banyak keputusan kubuat yang berakhir menjadi penyesalan. Ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Proses pendewasaan diri, pencarian jati diri dan kebahagiaan yang aku alami bergerak ke arah-arah yang tak terduga. 

Paradigma ku dalam memandang hidup juga sudah banyak berubah. Aku.. seperti hilang arah satu tahun terakhir ini. Hanya karena satu hal... Keteledoranku sendiri. 

Aku melakukan banyak kesalah dalam hidup. Dan dari kesalahan dan keteledoran aku belajar. Kadang, aku merindukan kehidupanku yang dulu. Berkutat dalam ranah filosofis tentang pencarian jati diri dan kebahagiaan. Sekarang semua sirna, semua berubah. Aku melupakan segalanya....

Saat ini... Aku hanya ingin memperbaiki diri. Kesalahan masa lalu adalah suatu hal yang tidak bisa diubah. Semua sudah terjadi. Membuat orang-orang untuk kembali mempercayaiku juga hanya akan menjadi hal sia-sia. Tampaknya, aku tidak perlu meyakinkan orang-orang untuk mempercayaiku. Yang harus kulakukan adalah fokus pada diri sendiri, melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri tanpa berniat untuk membuktikan diri. Biarkan orang menilai, karena itu hak mereka. Aku hanya cukup melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan dan berusaha memperbaiki diri. 


Lubuklinggau 03 Maret 2022