Sabtu, 05 Maret 2022

"Breaking Bad" (Spoiler Alert) dan Candu

 Kadang kala dalam hidup ini kita mengambil sebuah keputusan besar. Terlepas dari benar salahnya keputusan tersebut, apa yang terjadi kemudian dapat mengubah hidup seseorang.

Kejenuhan, kekosongan, dan pencarian makna dari eksistensi manusia merupakan beberapa dari sekian banyak faktor yang membuat seseorang melakukan perubahan besar dalam hidup baik itu positif maupun negatif. Tapi, akan lebih baik, bukan sisi positif atau negatif dari suatu perbuatan yang sebaiknya diamati, melainkan bagaimana latar belakang dan proses dari seseorang dalam menjalani keputusan yang ia buat kemudian dapat membentuknya menjadi kepribadian yang berbeda. 

Breaking Bad atau yang bila kita artikan secara kasar dalam bahasa indonesia yakni "menjadi buruk" merupakan sebuah serial televisi yang menceritakan tentang bagaimana seorang guru Kimia dengan kehidupannya yang berada dalam "zona nyaman" bahkan terkesan penuh kejenuhan, menjadi seorang pembuat narkoba (methamphetamine) yang ditakuti dan disegani. Yang awalnya adalah seorang Mr.Chips, disukai banyak orang, terkesan polos kemudian berubah menjadi sosok bandar yang sangar, pembunuh dan tanpa belas kasih. 

Walter White, sosok utama dalam serial tersebut, bertranformasi layaknya cairan kimia yang berkontraksi dari sosok "protagonis" menjadi "antagonis. Dari sosok yang mengundang simpati menjadi sosok yang antipati. Dari dicintai menjadi dibenci. Walter White, bukan hanya membuat kehidupannya sendiri menjadi "penuh kejutan", tapi juga kehidupan orang-orang disekitarnya. 

Walter sadar, apa yang sedang ia jalani bukanlah hal yang secara moral dapat dibenarkan. Tapi, ia menikmati setiap proses yang ia lewati dengan letupan-letupan peristiwa tak terduga yang ia hadapi. Sisi kontras dari kehidupan zona nyaman yang ia jalani selama ini, berubah menjadi hidup yang penuh dengan belokan-belokan tak terduga.

Persis seperti apa yang Walter alami, aku juga sedang menjalani fase yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Membuat keputusan yang secara moral salah, kemudian menjalaninya. Berperan sebagai sosok antagonis yang dibenci. Membuat orang-orang sekitar berkata "tak menyangka" kalau aku bisa seperti ini. Aku tidak akan membela diri dengan ribuan alasan untuk membenarkan perbuatanku. Apa yang kulakukan mutlak sebuah kesalahan. Aku dan Walter sama-sama terlibat candu, dalam bentuk yang berbeda. Candu yang kami ketuahui hanya akan merusak diri sendiri namun sulit untuk bisa melepas ke-adiktifannya. 

Candu... yang pada akhirnya membuatmu mencintai hidup


"I did it for me, I like it, I was good at it... And I was really, I was ALIVE" (Walter White)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar